Model Quantum Teaching dalam pembelajaran bahasa arab

Kegiatan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya interaksi antara guru dan siswa. dalam pendekatan lama, guru sering disebutkan sebagai pusat utama dalam kegiatan belajar mengajar, dimana guru memainkan peran sebagai figur Center yang mentranfer ilmu pengetahuan kepada siswa. dengan kata lain guru bersifat aktiv sedangkan siswa bersifat pasif hanya menerima apa yang diberikan oleh gurunya. Berbeda dengan pendekatan modern, dimana siswa menjadi figur center, sebagai pelaku utama dalam pembelajaran, guru berperan sebagai pendamping, motivator dan fisilitator dalam kegiatan pembelajaran. siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran dan menggali segala potensi yang ada di dalam dirinya. sementara guru menjadi pembimbing dan motivator bagi siswanya.

Dalam upaya mencapai kesuksesan belajar, maka diperlukan berbagai cara, metode dan pendekatan dalam kegiatan belajar mengajar. dalam sejarah pendidikan berbagai metode dan pendekatan banyak sekali digagas dan dieksperimenkan oleh para pakar pendidikan. sehingga sampai hari ini banyak sekali lahir model-model pembelajaran yang dapat digunakan dalam interaksi belajar mengajar di sekolah. tentunya dengan satu tujuan yang sama yaitu mensukseskan proses pembelajaran di sekolah. indikator kesuksesan belajar tentunya bukan hanya dilihat dari nilai mata pelajaran yang diterima siswa, akan tetapi lebih utama kepada tujuan ahir pendidikan yaitu adanya perubahan yang positif dalam diri peserta didik.

Menurut Ibnu Miskawaih sebagai bapak filsafat etika, menjelaskan bahwa setiap keilmuan mengandung misi akhlak tersendiri. itu artinya ada tanggung jawab moral dalam dunia pendidikan sebagai ladang transfer of knowledge. sejalan dengan itu dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kembali ke pembelajaran. salah satu hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah memilih dan menggunakan model-model pembelajaran yang tepat dalam proses KBM. model-model pembelajaran banyak digagas oleh para pakar pendidikan. dari mulai yang sederhana sampai pada model pembelajaran yang komplek. setiap model pembelajaran memiliki kekurangan dan kelebihannya. salah satu model pembelajaran yang saat ini masih banyak digunakan adalah model pembelajaran Quantum Teaching. model ini mulai banyak digunakan mulai tahun 2002 an diberbagai materi pelajaran, termasuk bahasa arab.

Apa itu Quantum Teaching?

Quantum teaching adalah salah satu model pembelajaran inovatif yang banyak digunakan diberbagai lembaga pendidikan di dunia. Quantum teaching pertama kali digagas oleh Bobby De Porter pada tahun 2002. menurut De Porter, model ini adalah konsep yang menguraikan cara-cara baru dalam memudahkan proses belajar mengajar, lewat pemaduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apa pun mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Quantum teaching mengggas suatu ide dimana dalam kegiatan pembelajaran melibatkan segala sesuatu yang ada di sekitar pembelajaran. dalam model pembelajaran ini, segala sesuatu yang ada menjadi sangat berarti dan berguna dalam kegiatan belajar mengajar dan menjadi sarana yang memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran, termasuk mengakomodasi dan menjangkau setiap bakat dan minat siswa. model pembelajaran ini memiliki asas ” bawalah dunia mereka (pembelajar) ke dalam dunia kita (pengajar) dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. langkah awal seorang guru adalah bagaimana memasuki dunia siswa, dengan masuki dunia siswa maka seorang guru akan memiliki akses dan kesempatan untuk mengarahkan, membimbing dan memotivasi siswa untuk memabangun kesadaran dan kebutuhan siswa akan ilmu pengetahuan yang lebih luas.

Tujuan utama dari Quantum teaching adalah untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan pada prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan. ada pun prinsip-prinsip belajar yang menyenangkan menurut Quantum Teaching adalah sebagai berikut:

  1. Segalanya berbicara, segala sesuatu yang ada disekitar siswa dapat diajak berkomunikasi sebagai saran untuk mempermudah dan menggairahkan dalam kegiatan belajar mengajar.
  2. Segalanya dari lingkungan kelas hinggan bahasa tubuh, dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran, semuanya mengirim pesan tentang belajar.
  3. Segalanya bertujuan. segala sesuatu yang ada disekitar siswa memiliki tujuan.
  4. Pengalaman sebelum pemberian nama. pengalaman siswa sangat diperlukan sebelum memperoleh kesimpulan dari apa yang mereka pelajari.
  5. Akui setiap usaha
  6. Jika layak dipelajari, maka layak pula untuk dirayakan.

Selain prinsip dan tujuan, dalam model pembelajaran Quantum Teaching juga mengenal istilah aplikasi atau penerapan. aplikasi quantum teaching biasa dikenal dengan akronim TANDUR. yah tandur (bukan tandur padi disawah yah). Tandur merupakan kependekan dari enam fase kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang meliputi Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan.

Bagaimana penerapan dalam Pembelajaran Bahasa Arab???..ikuti kelanjutannya Gaes…

Bersambung..